Kepolisian Hong Kong Telah Menangkap Anggota Serikat Pekerja

Kepolisian Hong Kong Telah Menangkap Anggota Serikat Pekerja

Kepolisian Hong Kong Telah Menangkap Anggota Serikat Pekerja – Polisi keamanan nasional Hong Kong, Kamis (22/7), menangkap lima orang anggota sebuah serikat pekerja atas tuduhan menghasut. Media-media setempat melaporkan, kelimanya adalah anggota Asosiasi Pakar Terapi Wicara Hong Kong.

Stasiun penyiaran TVB menayangkan rekaman gambar yang menunjukkan polisi kembali ke kantor serikat pekerja itu dengan membawa salah satu dari mereka yang ditangkap, sebelum muncul dengan kotak-kotak bukti.

Asosiasi itu telah menerbitkan tiga buku anak-anak yang bercerita mengenai sebuah apk idn poker desa domba yang harus berurusan dengan sejumlah serigala dari desa yang berbeda. Tak sampai di situ, kepolisian Hong Kong juga membekukan aset yang berkaitan dengan serikat pekerja tersebut. Bagaimana awal ceritanya?

1. Penyebabnya adalah 3 buku anak-anak yang diduga adalah metafora untuk krisis politik
Polisi Hong Kong Tangkap 5 Anggota Serikat Pekerja

Dilansir dari Independent.co.uk, kepolisian Hong Kong telah menangkap 5 anggota serikat pekerja dan pengadilan menolak jaminan untuk 4 orang editor serta jurnalis dengan tuduhan membahayakan keamanan nasional, yang merupakan bagian dari tindakan keras yang meluas terhadap perbedaan pendapat di wilayah Hong Kong. Kelima orang yang ditangkap itu merupakan anggota Asosiasi Umum Terapis Bicara Hong Kong. Pihak asosiasi tersebut menerbitkan 3 buah buku anak-anak yang diduga pihak berwenang adalah metafora untuk krisis politik.

Kepolisian setempat mengkonfirmasi bahwa mereka menangkap 2 pria dan 3 wanita dari serikat pekerja, akan tetapi tidak mengidentifikasi mereka atau serikat pekerja tersebut. Kepolisian juga mengatakan bahwa mereka dicurigai berkonspirasi untuk menerbitkan, mendistribusikan, menampilkan, atau menyalin publikasi hasutan dengan maksud untuk menghasut kebencian, kekerasan, serta tindakan tidak mematuhi hukum lainnya terhadap otoritas Hong Kong dan peradilan oleh publik, khususnya anak-anak.

Polisi mengatakan mereka juga membekukan dana sebesar 160 ribu dolar Hong Kong atau setara dengan Rp298,4 juta dalam aset yang terkait dengan serikat pekerja.

2. Hubungan buku anak-anak tersebut dengan situasi politik di Hong Kong
Polisi Hong Kong Tangkap 5 Anggota Serikat Pekerja

Dalam beberapa bulan terakhir ini, pihak serikat pekerja menerbitkan 3 buku bergambar dalam bentuk eBook yang mencoba menjelaskan gerakan demokrasi Hong Kong kepada anak-anak. Pendukung demokrasi digambarkan sebagai domba yang hidup di desa yang dikelilingi serigala. Buku pertama berjudul “Guardians of Sheep Village” menjelaskan protes pro-demokrasi tahu 2019 lalu yang melanda wilayah Hong Kong.

Buku kedua yang berjudul “Janitors of Sheep Village” menggambarkan petugas kebersihan di desa mogok untuk mengusir serigala yang meninggalkan sampah di mana-mana. Pengantar buku menjelaskan bahwa itu adalah referensi ke pekerja medis Hong Kong yang mogok tahun 2020 lalu dalam upaya untuk memaksa pemerintah menutup perbatasan dengan Tiongkok pada awal pandemi COVID-19. Buku ketiga atau buku terakhir berjudul “The 12 Braves of Sheep Village” adalah buku yang menceritakan sekelompok domba yang melarikan diri dari desa mereka dengan menggunakan perahu karena serigala.

Ini merupakan referensi langsung yang mengarah ke 12 warga Hong Kong yang gagal
melarikan diri dengan speedboat tahun 2020 lalu ke Taiwan tetapi ditahan oleh penjaga pantai Tiongkok dan dipenjara.

3. Sehari sebelumnya, kepolisian Hong Kong telah menangkap mantan Pemimpin Redaksi Eksekutif Apple Daily
Polisi Hong Kong Tangkap 5 Anggota Serikat Pekerja

Pada hari Rabu, 21 Juli 2021, lalu pihak kepolisian Hong Kong menangkap mantan Pemimpin Redaksi Eksekutif Apple Daily, di mana itu penangkapan terbaru dalam penyelidikan keamanan nasional terhadap media pro-demokrasi di Hong Kong. Kepolisian, yang biasanya tidak mengidentifikasi individu yang sedang diselidiki, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari yang sama bahwa mereka telah menangkap pria berusia 51 tahun itu karena dicurigai berkonspirasi untuk berkolusi dengan negara asing atau pasukan asing yang membahayakan keamanan nasional.

Dari sumber kepolisian setempat mengidentifikasi pria tersebut bernama Lam Man-chung. Ia merupakan karyawan ke-9 dari Apple daily yang ditangkap di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh Tiongkok di Hong Kong pada tahun 2020 lalu setelah adanya protes besar-besaran pro-demokrasi. Tidak ada komentar langsung dari pihak Next Digital, grup media yang menaungi Apple Daily.

Sejak bulan Juni 2021 lalu, media Apple Daily memilih untuk menutup kegiatan operasionalnya setelah beberapa ratus polisi menggerebek kantor mereka pada tanggal 17 Juni 2021 lalu serta membekukan aset-aset mereka serta rekening bank.

Menurut sinopsis yang diterbitkan di situs web asosiasi itu, dalam buku-buku tersebut, domba-domba melakukan tindakan seperti mogok kerja, atau melarikan diri dengan perahu — mirip gambaran situasi Hong Kong saat ini.

Polisi mengukuhkan bahwa mereka telah menangkap dua lelaki dan tiga perempuan dari serikat pekerja itu yang berusia antara 25 dan 28 tahun. Namun, mereka tidak mengungkap identitas orang-orang yang ditahan tersebut atau nama serikat pekerja di mana mereka tergabung.