Penyebaran Covid-19 di Kota Depok

Penyebaran Covid-19 di Kota Depok

Berita Hari Ini – Penyebaran Covid-19 di Kota Depok belum menunjukkan penurunan. Hal ini mengakibatkan RSUD Kota Depok mengalami peningkatan jumlah pasien. Bahkan IGD dan ICU Kota Depok telah terisi penuh pasien Covid-19.

Devi Mayori sekalu Dirut RSUD Kota Depok mengatakan bahwa RSUD Kota Depok terus mengalami penambahan jumlah pasien Covid-19. Bahkan dari catatannya pasien di RSUD Kota Depok sebanyak 102 orang dari 112 tempat tidur yang disediakan. Bahkan ICU dan IGD Kota Depok telah terisi penuh.

“IGD dan ICU telah penuh bahkan terjadi antrean,” ujar Devi, Selasa (29/12/2020).

Devi mengungkapkan, karena penuhnya IGD dan ICU di RSUD Kota Depok, pihaknya belum dapat menerima rujukan pasien dari rumah sakit lain. Bahkan RSUD Kota Depok tengah mencari rumah sakit lain untuk dapat merujuk pasien Covid-19 guna mendapatkan penanganan IGD dan ICU.

Penyebaran Covid-19 di Kota Depok

“Saat ini ada dua bed di ruang ICU dan kami akan menambah kembali menjadi enam bed sehingga menjadi delapan pada awal Januari 2021,” ucap Devi.

Devi menjelaskan, RSUD Kota Depok akan menambah jumlah kapasitas tepat tidur dari 112 menjadi 125 tempat tidur. Selain itu, RSUD Kota Depok memiliki tujuh ruangan pengawasan yang dipasang menggunakan monitor.

“Penambahan tempat tidur akan kami lihat terlebih dahulu dari jumlah tenaga kesehatan di RSUD Kota Depok,” kata Devi.

Dinas Tenaga Kerja Kota Depok telah menerima laporan terkait penyebaran virus corona Covid-19 di pabrik korek api Tokai, Jalan Raya Bogor, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Sebanyak delapan pegawai pabrik terkonfirmasi positif.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Depok, Manto Jorghi mengaku sudah menerima laporan secara tertulis dari perusahaan korek api, Tokai. Awalnya, perusahaan tersebut menemukan satu pegawai terkonfirmasi positif Covid-19 kemudian dilakukan pelacakan atau tracing kepada karyawan lain.

“Dari satu orang yang di-tracing ditemukan tujuh orang kembali terkonfirmasi,” ujar Manto, Senin (28/12/2020).

Manto menjelaskan, sebelumnya ada tiga pegawai perusahaan yang sama terkonfirmasi Covid-19, namun telah dinyatakan sembuh. Tapi kali ini terdapat delapan orang pegawai lagi yang dinyatakan positif dan telah ditangani serta melakukan isolasi mandiri.

“Hasil dari tracing yang terkonfirmasi berada di manajemen, bukan di operator,” terang Manto.

Manto menuturkan, sejak 24 Desember hingga 4 Januari 2021, Perusahaan Tokai telah meliburkan pegawainya. Nantinya, pada 5 Januari 2021 pegawai di perusahaan tersebut telah masuk kembali dan akan melakukan rapid test antigen serta menerapkan protokol kesehatan.

“Sebenarnya pabrik tersebut sudah melakukan protokol kesehatan ketat, namun sepertinya awal penularan dari luar perusahaan dan menular ke perusahaan,” ucap Manto.

Sumber : Liputan6.com